Oklusi normal versus maloklusi!

Wahai teman, tahukah kalian apakah oklusi itu? Well, itu adalah istilah yang sangat common digunakan di kedokteran gigi. Dan saya disini akan mencoba berbagi cerita sekaligus melatih pemahaman saya di bidang ini. Yah, maklum, masih belajar jadi dokter gigi. Hehehe. Ini merupakan upaya saya dalam memahami makalah mata kuliah antropologi dental yang berupa menerjemahkan jurnal yang dikerjakan oleh saya dan teman-teman saya 1 kelompok tugas mandiri di FKG UNAIR angkatan 2006. tapi Cuma selintas di seputar oklusi saja yang dikaji plus saya edit-edit begitu deh.
Oklusi gigi adalah suatu keadaan di mana gigi-gigi tersusun secara fit (pas) satu dengan yang lainnya, di dalam dan di antara rahang. Untuk gampangnya adalah posisi ketika kalian dalam keadaan posisi mengatupkan rahang dan gigi saling menggigit secara biasa tanpa dibuat-buat. Jadi kalau yang biasa ke dokter gigi terutama ortodontist, terus kita suruh posisi mengatup atau menggigit artinya kita suruh dalam kondisi oklusi. Bisa bayangkan kan? Nah, oklusi itu sendiri dapat dibagi menjadi oklusi normal dan maloklusi.

Beruntunglah bagi yang memiliki oklusi normal. Oklusi normal (biasanya disebut juga intercuspal atau oklusi sentral) diasumsikan sebagai keadaan di mana seorang dewasa muda dengan pertumbuhan gigi permanen yang sempurna – gigi-giginya tampak tersusun reguler dan simetris – dan walaupun sebenarnya hanya sebagian kecil orang yang memiliki pertumbuhan gigi seperti ini, ini menjadi suatu standar di mana kondisi gigi dapat ditentukan reguler atau tidaknya. Kondisi ini adalah bila posisi gigi rahang bawah dan gigi rahang atas menghasilkan kontak maksimum di antara cusps dan groove oklusal. Incisal edge dari gigi anterior rahang atas dalam kondisi overlap terhadap bagian labial dari incisal edge dari gigi anterior rahang bawah (dikenal pula dengan istilah overbite) dan cusps utama dari gigi caninus rahang atas terletak secara fit di antara permukaan-permukaan bukal dari gigi caninus rahang bawah dan gigi premolar pertama. Cusps-cusps yang terdapat pada garis rahang ke bagian buccal dan lingual,dengan cusps bukal dari gigi rahang bawah fit dengan groove oklusal dari gigi rahang atas, dan cusps palatal dari gigi rahang atas fit dengan groove oklusal dari gigi rahang bawah. Ups, ups, ups, tolong jangan bingung dengan yang dicetak miring ini ya. Untuk bahasa awam, yang dimaksud cusp adalah puncak dari mahkota gigi, sedang groove yang dimaksud disini adalah gambaran garis-garis atau fisur yang ada di gigi kita. Incisal edge itu adalah permukaan superior (atas) dari gigi anterior. Gigi anterior yang dimaksud adalah dari gigi kaninus / taring kanan sampai ke kaninus di sebelah kiri. Bukal adalah daerah gigi yang menghadap pipi. Lingual adalah daerah permukaan gigi rahang bawah yang menghadap lidah. Sedangkan palatal adalah daerah gigi rahang atas yang menghadap palatum / langit-langit. Masih bingung? Liat gambarnya deh!

contoh oklusi    underbiteoverbite

oklusi normal

Maloklusi adalah kondisi oklusi intercuspal dalam pertumbuhan gigi diasumsikan sebagai kondisi yang tidak reguler. Keadaan ini dikenal dengan istilah maloklusi tetapi batas antara oklusi normal dengan tidak normal sebenarnya cukup tipis. Maloklusi sering pula tidak mengganggu fungsi gigi secara signifikan dan termodifikasi pemakaian gigi. Atrisi oklusal menghilangkan cusp dan groove dari bukal gigi dan pada insisal gigi anterior dimana atrisi aproximal mengakibatkan perubahan posisi gigi dan penyimpangan arah mesial. Untuk lebih simpelnya adalah posisi selain oklusi normal. Tetapi ya itu tadi, bedanya kadang tipis, tetapi kondisi ireguler dapat terdeteksi. Untuk itu, ada klasifikasi sendiri untuk maloklusi. Ini didasarkan dari relasi oklusi dari molar pertama. Jadi patokannya adalah pada posisi relasi gigi geraham pertama atas dan bawah kita. So, mau bagaimanapun daerah di bagian depan gigi geraham tersebut, mau berdesakan atau tampak teratur tetapi untuk menentukan klasifikasi maloklusi, tetap dilihat dahulu dari molar pertamanya.

normal oklusi Pada kondisi normal, relasi antar molar pertama normal begitu juga gigi-gigi yang ada di anteriornya (depan-red).

kelas1  Pada maloklusi kelas 1, relasi antar molar pertama normal, tetapi garis oklusi gigi-gigi di daerah depan dari molar pertama tersebut tidak tepat.

kelas2  Pada maloklusi kelas 2, tampak molar pertama bawah tampak lebih belakang dari pada molar atasnya sehingga relasi tidak lagi normal. Kondisi ini merupakan overbite / gigitan berlebih.

kelas3  Pada maloklusi kelas 3 ini merupakan kebalikan dari Kelas 2, yaitu molar pertama atas yang tampak lebih belakang daripada molar pertama bawah. Kondisi ini merupakan underbite atau terkadang disebut gigitan terbalik.

Well, dari sini semoga saja saya bisa membantu mengajak kita berkaca dan menilai, kita masuk oklusi yang mana?? Hehehehe. Ehm, tentang etiologi (asal mula-red) kondisi oklusi ini, saya masih belum mendapat jawaban yang memuaskan dari kuliah-kuliah yang saya peroleh (maklum, semester 3, masih imut, hehehe). Tetapi menurut dosen antro-dent saya, Prof.Mieke yang baik hati, itu bisa karena pengaruh diet(pola makan), genetis, lingkungan, kebiasaan atau pla penggunaan dan banyak faktor lainnya. Dari yang saya ketahui dari Prof.mieke, sebenarnya logikanya sudah dapet, tapi bingung ah jabarinnya disini, nanti malah kepanjangan dan mbulet! Hehehe. Tapi kalau ada yang bertanya, saya jawab! Hahahahaha……

Referensi : jurnal oklusi dari drg.Susi (tapi saya tidak tahu dapatnya darimana),
http://www.toothclub.gov.hk/en/en_adu_01.html ,

http://www.unc.edu/depts/appl_sci/ortho/introduction/angles.html

fotosearch.com
thanks to : dosen pengajar Antro-dent FKG UNAIR (prof.mieke, drg.susi)
teman 1 kelompokku ( angel, icank, riski, gista, erna, karin, tbt, jeanne, prinsi, sinta, inggrid, lia!) hehehe!

& Komentar

  1. Hiks……

    Itu gigimu Nin?? Kok rasanya ngeri yah ngelihat gigi anakku sendiri?? ^__^

    Huakahkahkahkhakak….bau mulutnya ampe ke sini!
    ……….
    …………….
    ………………… Uh oh….bau mulutku rupanya, baru bangun tidur….wakakakakak!

    Sikatan dulu aah…

  2. heeee,,,,

    ayooo,,gigimu kelas berapa? normalkah??

    hahahahaha

    aku kena kasus kelas 3 nieh..

  3. bisa gak di operasi ….. dan banyak gak tuch yang mo????

  4. operasi? bisa. tapi kalo bisa ortho, knapa harus operasi. ortho disini adalah pemasangan kawat gigi yang desain,tindakan,kontrol dilakukan oleh orthodontist (spesialis kawat gigi,hihi). gigi akan diarahkan dan dirapikan dengan bantuan tekanan dari alat ortho tersebut dan tergantung kasus apakah butuh mengorbankan gigi dengan pencabutan untuk memberi ruang gerak pengaturan gigi-gigi tersebut. ada juga istilah orthognotic,yaitu kombinasi ortho dengan bedah, tergantung kasus.
    saat ini ada ortho instant, dimana hanya 1 hari saja, susunan gigi bisa perfek! but, itu cuma pseudo (Semu) aja, karena gigi dipreparasi yaitu dikecilkan dengan bor dan dipasang mahkota selubung gigi yang arah dan lebarnya sudah diatur sedemikian hingga susunan gigi nampak sempurna. jelas ini bukan penerapan ilmu ortho.
    selain itu kalo gak salah di dunia bedah kedokteran gigi ada juga cara perapian gigi yang membenahi tulangnya,tapi entahlah…

    well,smg berguna…hehehe

  5. hai ….

    slm kenal ya… ak puji purba FKG jg,tp di ugm….

    hmmm,,,menarik juga sajianmu ttg maloklusi,,,,hehehe.

    betewe,, bs share ttg KG unair donk,,,
    thx u =)

  6. hai
    salam kenal juga

    share tt apanya? kuliahnya? dosennya? atau tempatnya?

    hehehe..

    pa kbr jogja? ;)

  7. salam kenal,,
    saya dito dari fkg unpad,,
    mo minta info boleh kan??
    heheh
    mo nanya,,
    itu gbr2 ttg maloklusinya dapet dari buku ato dari mana??klo dari buku buku ap??
    thanks yah
    butuh bwt skripsi niy,,
    hehehe

  8. Salam knal ya. Itu dari web. Alamatny ada d refrensi itu yg ada d bwh tulisan. Ada yg bs dbantu lg?

  9. Wah kalo mau tahu gigiku kelas berapa, sebaiknya kamu liat sendiri deh anakku…

    Nih….aaaaaaaaaaaaaa….

  10. dasar asop…

  11. hay gw elta dr fkg moestopo mw minta info..ad g c buku yang ngebahas ttg hubungan maloklusi kls II dn prematur loss??

    tolong yaa bwt skripsi jg nii=)

    thx b4

  12. aluuuuu……….qu puji, dr fkg unbrah sumbar, tulung bahas tentang pemeriksaan sefalometri dengan maloklusi kls II dung, plliiiiiiiis bantuanyah bwt skripsi ni
    makaciiiii >///////<

  13. ampuuunnn wahai para senior,, aku masi semester 5… huhuhu

  14. Hai…
    QuW arief ank FKG di IIK BHAKTI WIYATA kediri bru smstr 1…
    QuW bleh ga ya minta journal2 y læn mslh IMTKG cz q dpt tgs akhr smstr 1 nich disuruh cari t…sdngkn q bka di website unair,ugm,dll hrz login dl…lgn q bkn mhsswa distu…
    Sblme slm knal ych…mhon bimbingnnya…

  15. Kok g da y mw bntu quw cie?
    Ni almt emailq+fs_q trzrh bles cmentq nx mna

    pudji3@gmail.com

    • waduh, sudah lama kok kubales ke emailmu.. ga nyampe ta?

  16. hai lam kenal
    aq mau nanya aku punya anak mur 2 bln
    tp terkadang saat menyusui dengan botol dot pijen anti sedak ia seperti ga mau lidahnya di julurkan keluar apa itu termasuk gejala maloklusi
    tolong jwb di email ku di wawan_080785@yahoo.com
    trims

  17. hai doktor..
    sy technician malaysia..
    oklusi yang doktor ckp sy x phm la…

    • kira -kira, kalo diterjemahin ke bahasa indonesia =

      hai dokter, saya tekniker malaysia
      oklusi yang dokter bicarakan, saya (x) paham lah..

      nah, yang (x) aku nggak ngerti,hehehe

  18. saya orang kimia,
    kalo di kimia atau yang biasa nganalisis, oklusi itu artinya terperangkapnya pengotor atau zat yang ingin dibuang atau zat yang ingin dikeluarkan di dalam zat yang ingin dianalisis (gravimetric method) pada proses pencucian endapan dimana sudah tidak bisa diapa-apakan lagi.
    baru tau kalo oklusi juga ada di istilah ke-dokter gigi-an..
    heheee..

  19. weeeh, keren dik blognya, aku fkg unair angkatan’05, met knal yaa…
    ntar kalo ada info lagi, hub aku yaaa…..
    smangat bwt klinik n skripsinya….


Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal

Tinggalkan komentar