RSS

Saxophone i am in love

06 Jan

Well, well, well. Saya sedang tertarik dengan sebuah alat musik. Sebenarnya sudah sejak setengah tahun yang lalu, saya yang penyuka instrumen-instrumen, mulai tertarik dengan alunan saxophone. Ehm, awal ketertarikan saya pada instrumen adalah dari beberapa lagu yang sudah tidak asing d

lisa n sax

idengar, digarap dengan menanggalkan lirik sehingga menjadi alunan musik saja. Kemudian merambah ke klasik, orkestra-orkestra, hingga aliran irlandia macam the corrs punya. Saya sempat tergila-gila dengan alunan instrumen karya the corrs tapi sayang sekarang kurang produktif ya. Dari situ saya mulai melatih telinga saya mendengar gesekan biola, alunan piano, petikan gitar, irama flute, dan sebagainya. One day, saya membuka-buka koleksi CD dan kaset lama yang ada di rumah, and saya menemukan Kenny G. Well, benernya dia sudah familiar lah di telinga kita, dan dulu juga itu lagu sudah pernah dipasang di mobil waktu aku kecil kalau lagi perjalanan. Tapi waktu itu kan masih belum ada minat ke instrumen, jadi biasa ajah.

After listening some of those songs, i really appreciate. So, saya rajin dengerin and aku pindahin tu lagu-lagu ke HP. Aku juga cari-cari lah semua-semua lagu yang berbau sax di directory saya dan kakak saya. Makin didenger makin awesome! Hihihihi

But tetep aja saya newbie. Well, talking bout saxophone. Saxophone merupakan alat musik inovasi dari Adolphe sax. Sesuai namanya maka diberi nama saxophone. Dia seperti mengkombinasikan clarinet dengan oboe. Variasi dari alat musik ini cukup beragam apalagi semenjak banyak factory berlomba-lomba untuk bervariasi dan kalau tidak salah ada 8 tipe pitch awalnya. Yang biasa kita familiar adalah saxophone jenis alto dan sopran, selain itu tentu ada juga tenor, bariton, bas, kontrabas, bahkan katanya ada rencana dari sax untuk buat subbas (hmm,gmn bunyinya ya? Red).

Pada aliran band-band biasanya pake saxophone alto-tenor-bariton kombinasinya 4-6,1-3,1-2 jumlah masing-masingnya. Pada jazz tdd dari 2 alto, 2 tenor, 1 bariton. Mungkin kurang lebih seperti itu kombinasi perbandingannya tetapi tidak mutlak. Terkadang bisa dimainkan gantian dengan 1 player.

Kebanyakan saxophonist memulai berlatih pada alto, kemudian tenor, sopran, lalu baritone. Alto sax memang populer diantara composer-komposer klasik, player, dan bahkan awam seperti kita (walau mungkin kita juga gak tau kalau itu bunyi alto,hehehe,red), dan juga kebanyakan saxophonist klasik focus di alto. Di jazz, alto dan tenor didominasi oleh soloist. Terus, katanya, soprano-sax lebih sulit dimainkan (keep in tune) dari yang lain.

Saxophone yang jarang terdengar macam beberapa bas, sopranino, dan contrabass sebenarnya masih diproduksi, tetapi seringnya Cuma dimiliki kolektor atau novelty use.

Dan, dan, dan, beberapa minggu ini saya sudah berkali-kali bertemu dan melihat live perform saxophonist di acara kawinan sodara dan teman mama saya. Dan buat aku makin tidak tahan menyapanya. Yah, jujur, rasanya saya sedang jatuh hati dengan alat musik ini dan ingin tau bagaimana cara memainkannya. Tetapi apa daya saya tidak berkesempatan untuk menyapa mereka-mereka itu. Harga saxophone memang tidak murah, jutaan lah, sehingga agak mikir juga, jangan-jangan nanti saya bosen dan gak minat lagi belajarnya karena sulit atau bla-bla-bla, atau terpikir juga, hmm, duit segitu lumayan buat travelling atau beli hape atau buku dll, hehehehe. Lho, kok jadi paman gober? Wakakakak.

Well,tp honestly, saya tertarik untuk mencobanya dan belajar. Mungkin jika suatu waktu ada kesempatan, Tuhan mengijinkan, maka saya akan berjodoh dengannya (lhoohhh??) hehehe. Sejauh ini saya masih peminat alunnanya. Tetapi ingin satu waktu saya berbincang dengan playernya sehingga mungkin saja hasrat saya untuk memainkannya makin mantap. Hwahahaha. Well done,,

Nah, ada yang tahu tt saxophonist terutama sby dan sekitarnya??

sumber: wikipedia.com

 
11 Comments

Posted by on January 6, 2008 in hobi zone

 

11 responses to “Saxophone i am in love

  1. masardee

    January 16, 2008 at 5:01 am

    Lagi2 pertama…
    Nin, kok banyak yang kosong??

     
  2. masardee

    January 16, 2008 at 5:07 am

    Lagi2 pertama…
    Nin, kok banyak yang kosong??

    Oh ya sekedar info:
    Aku pernah dengar cerita tt saxophonist di GRESIK.
    Kehdupannya gak seindah nada yang dimainkannya..
    Ada yang jadi tukang isi bensin di POM bensin, ada yang jualan, ada yang jadi karyawan. Main di kafe2 pendapatannya kurang mencukupi, penghasilan paling gedhe tuh dari maen di acara2 ky kawinan dll..

    Kasihan y…

     
  3. cuvetmerah

    January 16, 2008 at 8:47 am

    Wah? Iya ta? Mereka otodidak? Knp bnyk yg kosong komenny? Ya iya namany jg br nyoba2. Tp agk nyesel pilih wrdprs coz q g bs edit cssny free,hrz byr. Pdhl q cm pengen isenk aja,biar hobi nulisQ g kekurung d kmptr doank!

     
  4. anjas

    January 27, 2008 at 5:33 pm

    wah sama dong ama aku juga lagi jatuh cinta ama saxophone tapi belom berani mencoba karena harganya yang mahal kali.
    tapi aku ada info kamu bila menghubungi
    Tina valentine/Anton Pri di Jl. H. Thaiman Barat I/71 Rt 02/Rw 02 Kel. Gedong, Pasar Rebo, Jakarta Timur. Telpon (021) 8411717 atau HP 08161439838.

    Dia emang spesialis saxophone dan kamu bisa belajar gratis kalau beli saxophone disana
    range harga katanya mulai 3 juta

    atau kamu bisa baca http://debritto.net/isi/yuk_main_saxophone

    emang aku juga sering buka youtube tentang saxophone keliatannya alat musik ini asik banget dan suaranya itu loh

    ok selamat menghubungi

     
  5. Cuvetmerah

    January 31, 2008 at 10:49 am

    Jauh! Surabaya ada ga? Aku jg dh sering dnger tt alamat yg anjas ksh,tp kendalanya adalah jauh! Hehehe. Kl g slh tu kn kampanye meningkatkan peminat sax dlm tempo yg sesingkat2nya. Q minat bgt kl misal tu d sby. Apalagi bs kursus gratis! Hehehe

     
  6. asopusitemus

    February 24, 2008 at 4:50 am

    Hebat!

    Perasaan semasa kamu SMA kamu ga pernah menyinggung sama sekali perihal SEXoph…eh, saxophone deh….

    Kalo denger kata saxophone pasti aku keinget ama jazz. Yah….udah sebulan ini aku lagi demen dengerin lagu2 jazz, aku bajak dari CD-CD jazz pakdhe-ku… buanyaaak buanget! Huakakahkahkhak..!!

    Awa lho bibir kamu jadi nyonyor kayak TUKUL gara2 kebanyakan niup sexophon….eh, saxophone!

     
  7. cuvetmerah

    February 24, 2008 at 1:42 pm

    yaaahhhh,, aku juga br ngeh sama sax ni waktu jaman kuliah. eh tapi kalo musik klasik, aku sdh denger dari SMP kok. kalo sma tuh lebih banyak dengerin top 40 kayaknya yang diikutin. hehehe…

    iya,jazz is good

     
  8. asopusitemus

    June 3, 2008 at 8:42 pm

    Hehehe….

    Lagu itu seperti kata Tantowi Yahya, bagaikan makanan. Jadi berbeda-beda lagu yang didengerin pas pagi, siang, sore, da malam.

    Kalo jazz dan klasik (aku suka yang instrumen gitar ato piano doang… lebih menyentuh hati menurutku…) tuh lebih enak malem hari.

    Rock dan lagu2 ber-beat cepet, enaknya siang hari sebagai penambah semangat, karena jam2 siang tuh jam2nya capek.

     
  9. ade

    November 16, 2008 at 5:46 am

    hai2,, gw jg akhir2 ini tertarik ma SAX,,, tapi ragu2 buat beli juga,, mahal GILA!!! dr 3 juta – ratusan juta weleh – weleh,,, mudah2an ada duit lebih,, n belajar d…

     
  10. anindita

    November 17, 2008 at 1:55 pm

    amienn!! hahaha

     
  11. lestari

    July 7, 2009 at 6:11 am

    numpang baca-baca ya, lagi pengen belajar sax juga nih, tapi masih cari-cari referensi.

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: