RSS

it’s about gum and gingivectomy in my opinions

24 Feb

Waaahh, lama tidak bersua dengan dashboard dari wordpressku ini.. hehehe. Tapi masih sering kunjungi webnya sih. Kali aja yang ada yang komen.. hihihi

Hmm, kemanakah saya?? Tidak kemana-kemana,, hanya saja berkutat dengan prioritas-prioritas saya terlebih dahulu. Yang pertama telah terselesaikan adalah UAS yang mengerikan itu ditambah kewajiban-kewajiban administrasi berkaitan dengan daftar ulang, tugas-tugas dari APDSA semacam bikin, ngedit, ngerevisi poster n brosurnya, ajuin ke percetakan, direct pemasangannya, dll; dann issue terbaru adalah berhubungan dengan periodontist! Hahahaha

Well, alkisah saya kontrol ke orthodontist saya di rs.haji, mumpung lagi liburan semester sehingga saya bisa merasakan suasana loket rumahsakit, karena biasanya saya datang ke praktek malam dari orthodontist tersebut. Setelah menunggu nama dipanggil, saya duduk di kursi “panas”,, hahaha, maksudnya kursi dokter gigi. Dan lagi-lagi dia berkomentar : “dita, kamu kemana aja lama ga kontrol??!”.. hehehe. Lalu setelah mengamati ulang gigiku, dia merasa terganggu dengan pemandangan di gusi rahang bawahku daerah gigi anterior dan menghibahkan diriku ke periodontist yang ada di rs.haji itu juga. Well, sebenarnya sudah lama saya mengeluhkan kondisi gusi saya ke drg.vivi(nama orthodontist saya), tapi kayaknya dia baru mulai sebel ngeliat gusiku baru-baru ini. Hehehe.

Sang periodontist yang bernama drg.nina,sp.perio(hayoo,,yang biasa denger radio SS, pernah tahu dia kan?hehehe) mulai mengamati dengan teliti keanehan di gusiku. Yah, divonislah aku terkena ginggivitis dengan hiperplasi di beberapa tempat. Eitts,, jangan pikir aku orangnya jorok dulu yaa(walau memang iya,,hehehe), kasus ini menurut analisa bersamaku dengan sang dokter adalah tak lain dari karang gigi serta iritasi mekanik menahun dari behelku. Sebenarnya aku cukup rajin bersihkan karang gigi di drg.vivi, tapi menurutku pribadi, itu masih superfisial dan kurang mantep. Lalu tentang behel,, hehehe,, aku yang salah sii,, hehe. Aku akui bahwa aku bukan pasien yang baik dimana sering tidak menepati jadwal kontrol dengan amat keterlaluan. Dengan kata lain adalah, one prestasi, so aku nggak bisa menyalahkan selain diriku sendiri.

Back to drg.nina, setelah itu, aku langsung di scalling (pembersihan karang) dengan seheboh-hebohnya alias ampe berdarah-darah.. hahaha. Ya cukup sakit, tapi masih bisa kutahan coz aku gak mau dibius walau Cuma bius yang kayak bolpen yang bunyi cetik-cetik yang gak sakit-sakit amat. Setelah itu, dilihat dari rekam medikku, dilakukan poleshing pada gusi + gigiku itu. Aku sendiri tidak tahu pasti apa bahannya, yang jelas semacam pasta dingin (apa pasta gigi aku juga gak tahu) yang ditempelkan di semacam alat bundar yang di tempelin di bur sehingga bisa muter dan diaplikasikan ditempat-tempat yang di scalling tadi itu.

Dan dia memutuskan melakukan eksisi di gusiku alias gingivectomy dari regio C to C (kaninus kanan ampe kiri) rahang bawahku. Dan aku iyakan saja, coz aku dah yakin, saat itu pasti akan tiba. Sebenarnya saat itu aku bisa langsung dieksisi tapi kayaknya dia lagi ada urusan atau gak dia nunggu sapa tau gusinya bisa agak kempes mengingat dah di scalling and dikasih obat kumur minosep (pait!!!). jadi kita bikin janji untuk minggu depan lagi.

Selagi menunggu saatnya surgery (hahaha), aku kumpulin banyak info tentang gingivectomy. Aku banyak tahu sebelum dapat kuliahnya nih,, hehehe. tapi, aku nggak akan cerita tentang teori dan info dari buku coz itu bisa dibaca di banyak web, yang akan saya share adalah pengalaman saya.

Well, ada dua cara sebenarnya yang ditawarkan kepada saya yaitu electrosurgery dan pake scapel alias dipotong pake pisau bedah biasa. Drg.nina bilang bedanya adalah di masa penyembuhan post-surgerynya. Kalau dengan scapel, masa recoverynya bisa sebulan dan setelah dioperasi di daerah gusinya dikasi kapur dan dipasang semacam peg atau penutup gitu, jadi ada kesan tebal dan bengkak. Hehehe. setelah itu pastinya makan lebih sulit, harus halus-halus, and kalau mau pergi-pergi juga kan agak malu. Hohoho. kalo yang electrosurgery, pemotongan dilakukan dengan semacam bahan dari kawat yang dialiri listrik (selama gingivectomy aku harus megang semacam peredam biar gak kesetrum) dan prosesnya cepat, stop bleeding, recovery reepitelisasi seminggu, and setelah surgery bebas makan apa aja. Hahahaha. Tapi dianjurkan tidak makan terlalu panas, dingin, dan asam terlebih dahulu, mungkin untuk menghindari iritasi kali ya. Well, tentang harga aku nggak tahu mana yang lebih murah coz aku nggak tanya. And then, dilakukanlah proses electrosurgery tersebut. Hmm,, awalnya saya dibius yang ringan yang kayak bolpen yang Cuma cetik-cetik gitu, tapi karena aku rasa gak efektif, dan dokternya juga cape denger keluhanku yang bilang kalo aku masih ngerasain irisannya (walau gak selalu kerasanya tuh sakit), so aku dibius yang tebel dari P to P sebanyak 3 suntikan. Mantep banget untuk membuat daguku “kemeng” setelah biusnya ilang. Hehehe. but that’s oke. Yang aku inget banget adalah serasa bakar-bakar sate. Kebayang gak sie, bau gusi yang dipotong pake pisau listrik so aroma gosongnya gimana gituu, ampe-ampe kebawa mimpi! Wakakakak! Jadi ceritanya, gusiku dipotong terus diambil dijepit pake pinset sama perawatnya untuk dibuang. Setelah itu gusiku diukir, diperbaiki bentuknya untuk faal dan estetiknya.

Setelah selesai eksisinya (cm dari regio P to P rahang bawah yang bermasalah), aku dikasih kaca and mengamatinya. Sempet shock coz warnanya kok gak pink alias ada putih-putihnya gitu, tapi dokternya bilang tu karena belum reepitelisasi, and bener ternyata besoknya sudah mulai berubah warnanya kayak gusi normal tapi masih bertahap lah. Dan aku dikasih resep vitamin C dosis tinggi, analgesik, and salep topikal. Untuk vitaminnya adalah Becomce, analgesiknya adalah melvinal, sedang salepnya dapet salcosery. Sebenarnya aku nggak perlu analgesik atau salep topikal karena aku nggak merasakan perih, nyeri, atau sakit sama sekali, kecuali kemeng karena suntik itu-hehehehe, taoi analgesik tetep aku konsumsi bersama vitaminnya dan salepnya tidak kusentuh sama sekali. Untuk vitamin C memang mutlak, agar reepitelisasi bisa cepat dan sempurna.

Well, after this surgery, aku makin concern dengan oral hygeneku. Aku rajin nge-floss gigiku. Jadi urutannya adalah sikat gigi khusus ortho lalu sikat interdental lalu flossing lalu kumur pake listerine. Memang, OH bagi pemakai ortho lebih riskan untuk menurun. So,,, aku pengen cepet ngelepas behelku…!! hehehehe. Ciao!

Thx to : drg. M. Savitri, Sp.Ort dan drg. Nina Nilawati, Sp.Perio

 
8 Comments

Posted by on February 24, 2008 in curhat zone, dental zone, info zone

 

8 responses to “it’s about gum and gingivectomy in my opinions

  1. asopusitemus

    March 23, 2008 at 1:35 am

    Damn!

    gigi kamu diperkosa di sana ya????

    Huakakkahahkahkhakkahkakhkak….!!

     
  2. Arief

    December 14, 2008 at 8:34 pm

    Wah thx ats pnglmane wlpn sdkt lcu he…gmn g lcu msk dbius 3x dr p kri k p knan rhng bwah…truz rza tbel t bi2r Smp kpn ilge?hehehe…

     
  3. orang iseng

    January 24, 2010 at 7:54 am

    wuuaaaah… Mbak Anindita ini pasien drg Vivi yaaa!! salam kenal yaaa! aku dulu juga pasien drg Vivi yang amat sangat “rajin” kontrol, jadinya harus pake braches selama kurang lebih 7 tahun (2000-2007)😀 bandel banget yak!!! Drg. Vivi pun sampe geleng2 kalo ngeliat braches-ku udah pada lepas semua dan cuma nempel di busur kawatnya. hahahahaa…
    Salam untuk drg Vivi ya kalo masih rajin kontrol ke RS Haji Surabaya (^.^)

     
    • anindita

      January 24, 2010 at 11:41 pm

      saya jugaaaa sdh lama tdk kontrol >0<

       
  4. ika

    September 1, 2012 at 3:58 am

    mbaq salam kenal ya..aku tanya donk biaya gingivektomi di RS Haji berapa ya?kebetulan aku punya gummy smile nih n katanya perbaikin nya mesti digingivektomi…makasih ya mbaq

     
  5. regina

    May 28, 2016 at 6:10 pm

    Biaya gingivektomi brp kak? Pls answer

     
  6. Nana

    June 5, 2016 at 2:24 am

    Mengalami masalah yang sama. Aku muter2 mba nyari artikel begini.. thanks infona ..btw biayanya brapa mba untuk gummy smilenya? Salam dari bali ^.^

     
  7. Zab

    November 8, 2016 at 7:46 pm

    Mbak, saya punya gummy smile, dan katanya bisa diatasi dengan gingivektomi. Saya mau tanya, itu harga obatnya berapa ya dan dipakai berapa lama? Kalo misalkan kita merasa udah baik-baik aja, apa bisa lepas obatnya dari waktu yang udah ditentukan?

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: