RSS

I trust the power of belief

07 Nov

 

believe!

believe!

Akhir-akhir ini saya terfokus akan teori kekekalan dan relativitas. Formula yang begitu realita. Saya, di usia 20 thn ini, ternyata masih belum pandai dengan teori tersebut, yangmana banyak dikemukakan oleh fisikawan meski faktanya dapat diaplikasikan di semua bidang. Ini karena terkadang saya tidak bisa membedakan dan memisahkan antara keyakinan / kepercayaan dengan keabadian.

Sudah menjadi tagline umum bahwa tidak ada yang abadi di dunia ini.  Undang-Undang Dasar Negara yang diamandemen berkali-kali, pembatalan pluto sebagai planet dalam tata surya, revisi buku-buku pelajaran sekolah, berita-berita di TV yang diralat bahkan dari narasumber sekalipun, perubahan-perubahan kebijakan fakultas, peralihan kurikulum dari konvensional ke PBL (problem based learning) di tempat saya menempuh pendidikan, pergantian presiden hingga dekanat bahkan ketua RT, hingga putus cinta sekali pun; cukup memberikan saya alasan untuk setuju dengan hal tersebut. Tentunya banyak alasan-alasan lain yang turut mendukung. Topik duniawi memang tidak hakiki. Tetapi bagaimana dengan keyakinan diri akan sesuatu?

Saya tidak menyebut diri saya pemimpi walau mungkin tidak jauh berbeda. Tetapi, pemimpi perlu pergi tidur dahulu untuk memperoleh mimpi. Sedangkan saya dalam kondisi terjaga dan benar-benar bangun dari tidur saya apabila saya ingin menentukan untuk menargetkan sesuatu. Mungkin, sebut saya setia. Definisi operasional dari setia disini adalah kepercayaan dan keyakinan yang menetap di diri saya akan hal-hal yang ingin saya raih atau pertahankan. Saya percaya bahwa saya dapat meraih target-target saya karena Tuhan Maha Melihat usaha saya dan Maha Mendengar doa saya. Saya memiliki future plans, dan saya harap dan berusaha untuk mewujudkan secara holistik satu per satu.

Seorang dosen saya yang sangat baik menasehati saya bahwa tidak perlu idealis dalam hidup. Pada kenyataannya, saya memang tidak bermaksud ideal bahkan perfek. Saya hanya bermaksud ingin memenuhi target-target hidup saya dengan cara yang sederhana. Sungguh, saya hanya ingin menyederhanakan ini semua. Faktanya, kehidupan itu tidak sederhana. Rumit.

Banyak alasan atau penyebab-penyebab yang bisa dikambinghitamkan apabila seseorang putus cinta. Tetapi ternyata ini tidak lebih karena memang pada faktanya, keabadian itu tidak ada di dunia ini. Mereka sungguh tidak konsisten. Saya benci itu meski pada faktanya saya juga salah satu dari mereka. Tetapi, salah kah apabila sesorang seperti saya memiliki keyakinan yang kuat akan akhir cerita yang indah?

Do you believe in 1st love? I do believe. I still believe. Dan saya tidak tahu entah sampai kapan. Saya berada di dua persimpangan antara keyakinan dan keabadian. Apabila saya memilih yakin dan menjaga rasa percaya diri tersebut, akankah saya tampak terlihat bodoh dan keras kepala? Lantas, apabila saya memilih keabadian maka saya masuk dalam kesimpulan bahwa keabadian itu tidak ada sehingga saya pasti bisa berubah entah kapan. Tetapi, sungguh, saya percaya.

Ah, kenapa topiknya jadi cinta. Hahaha. Not my priority saat ini lah..🙂

Well, i still believe, even nothing last forever, I just try to keep believing. I trust the power of belief. God is Great. Praise be to Allah.

keep believing! keep fighting!🙂

 
2 Comments

Posted by on November 7, 2010 in curhat zone

 

2 responses to “I trust the power of belief

  1. sayachacha

    November 8, 2010 at 7:50 pm

    lho kok.. akhirnya cinta-cintaan.. padahal kukira tentang klinik..

     
    • anindita

      November 14, 2010 at 7:02 am

      sindroma mahasiswa semester 9 jomblo… hahahahha…
      ya itu maksudte klinik tapi kok buelok soro gitu yaa…
      huahahahhahaha!😀

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: