RSS

24th birthday message from me to me

23 Mar

Semakin berumur seseorang, ternyata, bukan berarti dia semakin berani bersikap.

Beberapa berpikir bahwa ketika seseorang bertambah usia, pengalaman, dsb; ia akan terbiasa bersikap berani dalam bertindak.

Beberapa yang lainnya?

Justru makin berhati-hati. Karena banyak hal yang sudah mereka liat, mereka semakin takut gagal.

Apa itu gagal? Apa itu pecundang? Dahulu saya harus membuka kamus untuk mencari tahu maknanya. Sekarang saya cukup diam dan memanggil memori saya lalu seketika itu pula saya bisa memaknainya.

Mengapa orang tidak mencoba? Karena ia takut gagal. Mengapa ia takut gagal? Karena dia tidak punya persiapan akan kemungkinan yang tidak indah. Mengapa ada kemungkinan yang tidak indah? Karena hidup bukan matematika.

Guru-guru saya semenjak SD selalu berujar lantang bahwa matematika itu ilmu pasti. Dimana 3765489000 + 536272839 = 4301761839. Itu pasti. Lantas, kehidupan?

Untuk manusia berumur 24 tahun seperti saya, rasanya tidak terlalu layak berbicara tentang apa itu makna hidup; tentang asam garam kehidupan; filosofi kehidupan; atau apa pun itu. Tetapi bila saya diijinkan berpendapat, maka bagi saya hidup itu memilih diantara dua untuk kemungkinan akan terjadinya satu diantara dua hal.

“Even for the most obvious thing we believe will happen; don’t you ever try to really believe it until it will have had happened” adalah hal yang baru saya pahami di fase-fase akhir usia 23 tahun saya. Yah, ada kejadian yang benar-benar membuka mata saya dan seolah berbisik, welcome to the real world hey you beginner in life!

Hasut, caci-maki, iri, dengki, dendam, pengkhianatan, dusta, ingkar, dan hal-hal amoral lainnya yang dahulu hanya saya baca di buku pendidikan moral semasa sekolah, ternyata, benar-benar ada di dunia nyata. Sehingga, seiring waktu, kehidupan seolah berbisik padamu “Ayo, jangan naif-”

Saya tidak sedang membenci kekecewaan yang baru-baru ini terjadi. Tetapi saya lebih pada proses denial bahwa hal itu terjadi disebabkan oleh orang yang anda percaya, kagumi, bahkan menawarkan sendiri hal tersebut pada anda. Saya tidak marah akan kenyataan yang ada. Seandainya bisa menuntut, saya hanya ingin mendengar penjelasan saja. Datanglah pada saya, dan jelaskan.

Tetapi yah, tampaknya tidak ada yang berubah drastis. Dengan atau tanpa penjelasan, saya pun tetap akan bersikap normal menjalani hidup. Saya pun bisa memilih perkiraan-perkiraan akan penjelasan mana yang membuat saya nyaman. Tetapi saya yakin, di hati kecil saya dan hati kecilnya berkata “life would never be the same.” Yah, there’s no way we could turn back the time, correcting all we did.

Lesson’s learned. Tidak mengapa. Itu lah kehidupan. Tidak semuanya tampak manis. Terlebih saya berterimakasih. Terima kasih akan warna hidup ini dan kesempatan yang diberikan.

先生、ありがとうございました.  あなた は 私の お父さんの ようにしている.

Move on. Life isn’t always blue. Mari menghembuskan nafas dalam dan hening sejenak. Mari berdoa. Berdoa akan kehidupan yang lebih baik, kesehatan, kekuatan dalam menjalani hidup, kebahagian, bekal akhirat, pertemanan dan keluarga yang hangat, dan juga untuk, ehemh, romance.

Anyhow,

Happy birthday to me.

May i have mas xxxxx as a birthday gift?🙂

 
1 Comment

Posted by on March 23, 2014 in Uncategorized

 

One response to “24th birthday message from me to me

  1. Gusti 'ajo' Ramli

    March 23, 2014 at 1:56 pm

    Selamat ulang tahun. Semoga menemukan makna kehidupan yang diimpikan.. .

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: